More
    Rabu 7 Desember 2022

    Jadi Perdana Menteri Malaysia, Inilah Profil Lengkap Anwar Ibrahim

    Must Read

    RBG.ID – Raja Malaysia Sultan Abdullah telah resmi menunjuk Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri baru.

    Sebelumnya, koalisi yang dipimpin Anwar Ibrahim memperoleh 82 kursi sedangkan Muhyiddin Yassin 73 kursi.

    Anwar Ibrahim menggantikan Ismail Sabri Yakoob. Anwar Ibrahim dilantik Kamis (24/11) pukul 17.00.

    Ketua Pakatan Harapan tersebut, menjabat perdana menteri Malaysia ke-10.

    BACA JUGA : Pemilu Malaysia Buntu, Raja Turun Tangan Pilih Perdana Menteri

    Perjalanan panjang harus dilalui Anwar Ibrahim untuk menjadi perdana menteri.

    Setelah menang pemilu Malaysia yang dihelat Sabtu (19/11), Anwar tak langsung menjadi perdana menteri.

    Koalisi Anwar Ibrahim mereka membutuhkan 112 suara untuk membentuk pemerintahan.

    Blok Barisan Nasional yang merupakan penguasa lama, hanya mendapatkan 30 kursi. Barisan Nasional menyatakan tidak akan mendukung pemerintahan yang dipimpin oleh Muhyiddin maupun Anwar.

    Anwar Ibrahim mengawali karir politiknya sejak tiga dekade sebagai anak didik pemimpin veteran Mahathir Mohammad.

    Anwar juga pernah ditahan yang dihukum karena kasus sodomi.

    Anwar Ibrahim menjadi pemimpin oposisi dan akhirnya perdana menteri.

    Pemilik nama lengkap Anwar bin Ibrahim tersebut lahir 10 Agustus 1947 di Cherok Tok Kun, Penang, Malaysia.

    Anwar mengenyam pendidikan di Sek Melayu Sungai Bakap, Sek Melayu Cherok Tok Kun dan Sek Ren Stowell, Bukit Mertajam.

    Anwar melanjutkan ke Maktab Melayu Kuala Kangsar (MCKK) di Tingkatan Satu pada tahun 1960 dan menjadi Ketua Pelajar.

    Tahun 1967, Anwar meneruskan pendidikan tinggi di Universitas Malaya Kuala Lumpur dan memulai perjalanan politiknya sebagai pemimpin mahasiswa Islam.

    Tahun 1971, Anwar Ibrahim membuat Gerakan Pemuda Muslim Malaysia dan menjadi presidennya hingga tahun 1982.

    Anwar juga dikenal sering terlibat dalam demonstrasi dan pernah dipenjara di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri yang kini sudah tidak ada.

    Tahun 1981, Anwar Ibrahim menarik perhatian Mahathir Mohamad, kandidat perdana menteri pada tahun 1981 dan menjabat hingga pensiun tahun 2003.

    Saat itu, Anwar membuktikan sebagai politisi yang bersih dan cepat naik ke Organisasi Nasional Melayu Bersatu.

    Dia memimpin berbagai kementerian sampai akhirnya memimpin kementerian keuangan utama tahun 1991. 2 tahun selanjutnya, Anwar ditunjuk sebagai wakil perdana menteri hingga tahun 1998.

    Krisis ekonomi regional tahun 1998 menimbulkan keretakan dengan Mahathir.

    Anwar dipecat dengan tidak hormat karena didakwa melakukan korupsi dan sodomi. Anwar divonis 15 tahun penjara.

    2 September 2004, Anwar dibebaskan oleh Perdana Menteri Abdullah Badawi.

    Pada 2008, Anwar kembali tersangkut kasus sodomi. Setelah persidangan hampir 2 tahun, Anwar dinyatakan tidak bersalah pada Januari tahun 2012.

    Tahun 2014, pengadilan Malaysia kembali mendakwa Anwar dalam kasus sodomi. Tahun 2015, Anwar dihukum 5 tahun penjara.

    Tahun 2018, Mahathir meminta bantuan kepada Anwar untuk mendukungnya untuk maju dalam pemilu 2018.

    Ketika itu, Mahathir menjanjikan jika menang dalam pemilu akan mengajukan petisi pengampunan kepada Sultan Muhammad V untuk mengampuni Anwar.

    11 Mei 2018, Mahathir mengumumkan bahwa raja telah menyetujui permintaan itu. Anwar dibebaskan 5 hari kemudian.

    Mahathir pun berjanji setelah 2 tahun jadi Perdana Menteri, akan menyerahkan kepemimpinan kepada Anwar Ibrahim. Tapi, itu tak terlaksana. (*/rbg/net)

    Terbaru