More
    Selasa 6 Desember 2022

    13 Data Fakta Anwar Ibrahim Menuju Kursi Perdana Menteri Malaysia

    Must Read

    1982: Anwar Ibrahim Diundang Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad untuk bergabung dengan UMNO.

    1991: Menjadi menteri keuangan. Dua tahun kemudian menjadi wakil PM.

    September 1998: Berselisih dengan Mahathir. Anwar dipecat. Di bulan yang sama, Anwar ditangkap setelah memimpin 30 ribu demonstran di Kuala Lumpur. Dia dijerat dengan dakwaan sodomi.

    April 1999: Dihukum 6 tahun penjara karena penyalahgunaan kekuasaan.

    Agustus 2000: Dihukum 9 tahun penjara karena kasus sodomi.

    BACA JUGA : Anwar Ibrahim Klaim Fokus Ekonomi, Kurangi Menteri dan Potong Gaji

    September 2004: Pengadilan federal membebaskan Anwar dan membatalkan tuduhan sodomi. Tapi, dia dilarang menjadi pejabat negara hingga April 2008.

    Maret 2008: Partai Keadilan Rakyat (PKR) menang. Anwar menjadi pemimpin oposisi.

    29 Juni 2008: Kembali didakwa dengan tuduhan sodomi.

    10 Februari 2015: Dihukum 5 tahun penjara karena kasus sodomi.

    2018: Koalisi Pakatan Harapan (PH) bersatu dengan partai Mahathir, Bersatu, di pemilu ke-14. PH mengalahkan Barisan Nasional (BN). Karena Anwar dipenjara, Mahathir menjadi PM dengan perjanjian mencari pengampunan raja untuk Anwar serta menyerahkan kursi PM ke Anwar setelah 2 tahun.

    Februari 2020: Aliansi PH dan Bersatu runtuh setelah Mahathir enggan menyerahkan kursi PM.

    19 November 2022: Pemilu ke-15 dimajukan. PH mendapatkan suara terbanyak dengan 82 kursi, tapi gagal meraih suara minimal mayoritas 112 kursi.

    24 November 2022: Anwar dilantik sebagai PM ke-10 Malaysia.

    Terbaru