More
    Rabu 7 Desember 2022

    BUMN Dapat Suntikan Dana Rp 12 Triliun

    Must Read

    RBG.ID – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai USD 500 juta sekitar Rp7,5 triliun untuk mendukung reformasi BUMN.

    Spesialis Manajemen Publik Senior ADB untuk Asia Tenggara, Yurenda Basnett mengatakan, BUMN dapat berperan penting dalam mendorong pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

    Namun, agar dapat memberikan nilai yang lebih besar bagi masyarakat, kelemahan struktural BUMN harus diatasi.

    BACA JUGA : Erick Thohir Segera Gabungkan BUMN Geotermal

    “ADB senang dapat ikut serta dalam mendukung upaya pemerintah mereformasi BUMN,” ujar Yurenda.

    Program tersebut selaras dengan peta jalan BUMN 2020-2024 secara menyeluruh yang memperkenalkan serangkaian reformasi untuk mentransformasikan perusahaan plat merah.

    Sekaligus mensyaratkan BUMN fokus pada operasi intinya, sehingga layak secara keuangan dan dapat menyediakan layanan publik esensial secara efisien.

    Bank Pembangunan Jerman (KfW) juga akan memberi pembiayaan bersama dengan pinjaman yang nilainya setara 300 juta euro atau setara dengan USD295,8 juta (sekitar Rp 4,5 triliun).

    Sehingga, total suntikan dana dari luar negeri untuk BUMN mencapai Rp 12 triliun.

    Staf Khusus (Stafsus) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyebutkan, dukungan ADB merupakan penghargaan terhadap transformasi BUMN.

    Mereka juga melihat reformasi struktural yang telah dilakukan sangat bagus di tengah pandemic. ADB memberikan dukungan program melalui APBN.

    ”Dana tidak diberikan ke Kementerian BUMN, tapi ke APBN. Jadi, itu bukan proyek, bukan dana proyek. Pinjaman ADB adalah dana program dan bukan langsung ke BUMN sehingga, mereka berikan kepada APBN,” tutur Arya.

    Sementara itu, holding industri pertambangan, Mining Industry Indonesia (Mind ID), perannya disorot.

    Sebab, perusahaan plat merah itu mendapatkan mandat untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas mentah yang dihasilkan.

    Direktur Utama Mind ID Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa salah satu instruksi dari Kementerian BUMN adalah memperkuat bisnis industri aluminium dan nikel.

    Dalam hal ini, Mind ID memiliki tiga mandat dari pemerintah. Pertama, mengelola cadangan dan sumber daya strategis.

    ”Kedua, hilirisasi. Tiga, memiliki kepemimpinan pasar yang diwujudkan melalui optimalisasi komoditas mineral dan ekspansi bisnis,” ujarnya

    Hendi menjelaskan, penguatan industri bisnis aluminium dan nikel ini penting karena keduanya merupakan komponen kunci dalam pengembangan industri kendaraan listrik.

    Untuk industri aluminium, Mind ID memiliki PT Inalum (Persero), yang merupakan produsen tunggal ingot aluminium di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 250 ribu ton per tahun.

    “Melalui Mind ID, pemerintah memiliki 100 persen saham di Inalum,” tuturnya.

    Untuk industri nikel, Mind ID mempunyai Antam dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), yang sahamnya telah didivestasi sebesar 20 persen.

    Bersama Antam, INCO akan menjadi produser nikel nomor dua terbesar di Indonesia.

    Menurut dia, percepatan industri kendaraan listrik berbasis baterai saat ini menjadi solusi untuk menurunkan emisi global yang kian meningkat, karena alternatif transportasi ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi.

    ”Mempercepat kehadiran industri kendaraan listrik di Indonesia sejalan sustainability pathway Mind ID dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada pilar penanganan perubahan iklim,” bebernya.(agf/dio)

    Peningkatan Profit BUMN Pasca-Program Efisiensi dan Reformasi

    Sektor BUMN Nilai Laba (Rp Triliun) Kenaikan (YoY)

                                    2020            2021

    Jasa keuangan 44 75 72%

    Telekomunikasi 30 34 15%

    Pertambangan 2 14 683%

    Laba bersih overall 13 90 592%

    Sumber: Kementerian BUMN

    Terbaru