More
    Selasa 6 Desember 2022

    Sadis, Wartawan Disiksa dan Disuru Minum Air Kencing oleh Oknum Pejabat di Karawang

    Must Read

    RBG.ID-BANDUNG, Aksi kekerasan lagi-lagi dialami wartawan. Kali ini, wartawan di Karawang, Jawa Barat, babak belur dianiaya oknum pejabat dan beberapa orang suruannya.

    Kasus penganiayaan dan penyekapan ini terjadi usai launching Persika 1951 Gusti di Stadion Singaperbangsa Karawang. Saat itu, wartawan bernama Gusti dibawa orang-orang yang mengaku suruhan seorang pejabat Karwang berinisial A.

    Gusti dibawa ke bekas kantor PSSI Karawang. Sesampainya di lokasi, korban ditutup tidak boleh ada yang masuk selain orang-orang dari yang mengaku suruhan pejabat berinisial A.

    Baca Juga: Polres Sukabumi Amankan Dua Pelaku Penganiayaan Wartawan 

    Dilaporkan korban, alat kerja wartawan seperti gadget, handphone korban dirampas. Selang beberapa saat setelah dibawa ke ruangan tersebut, korban mulai mendapat penganiayaan berupa pukulan dari sejumlah orang-orang tersebut.

    Menurut laporan korban, oknum pejabat A hadir di ruangan itu dan mencekokinya dengan air kencing sebanyak tiga kali. Tak hanya itu, korban mendapat pukulan di kepala serta di beberapa bagian tubuh lainnya.

    Setelah itu, Gusti juga mendapat ancaman jika soal ini berlanjut dan melapor, keluarganya akan dihabisi. Korban dapat ke luar dari ruangan itu setelah dijemput salah seorang keluarganya yang mengetahui korban ada di ruang.

    Koban mengalami penyekapan satu malam, yakni Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Korban dianiyaya dari malam hingga pagi hari hingga tak dasarkan diri dan bisa pulan karena di jempaut oleh saudaranya. Kemudian korban diselamatkan dan bawa ke salah satu kantor dinas dan baru pulang pukul 18.00 WIB Minggu sore 18 September 2022.

    Kasus penganiayaan juga dialami wartawan bernama Zaenal. Dia dijemput dari rumahnya Minggu (18/9/2022) pukul 04.00 WIB. Setelah berada di dalam mobil penjemput, Zaenal langsung disiksa para pelaku. Akibat penganiayaan itu, Zaenal Mustofa mengalami luka robek di kepala.

    Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat, mengutuk keras tindak kekerasan terhadap dua orang wartawan di Kabupaten Karawang. PWI Jabar mendesak kepolisian mengusut tuntas peristiwa itu dan menangkap para terduga pelaku penganiayaan.

    Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa penganiayaan terhadap dua wartawan di Karawang. Disebutkan Hilman, di era keterbukaan informasi seperti saat ini tindakan kekerasan adalah sebagai tindakan biadab.

    Hilman berharap jika terjadi ketidaksetujuan atas pemberitaan di media, sebaiknya diselesaikan diselesaikan melalui saluran yang sudah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 dan peraturan turunanya.

    “Saluran untuk menyatakan ketidaksetujuan itu sudah diatur oleh peraturan Dewan Pers. Pasti Dewan Pers akan memfasilitasi dan memediasi sehingga peristiwa delik pers bisa diselesaikan secar baik dan beradab,” kata Hilman.

    Sementara itu kedua wartawan yang mengalami kasus penganiayaan dan penyekapan itu sudah melaporkan kasus ini ke polisi. Didampingi kuasa hukum dan puluhan wartawan, Gusti dan Zaenal melapor ke Polres Karawang. (*/pin)

    Terbaru