More
    Selasa 6 Desember 2022

    Kasus Penganiayaan Wartawan di Karawang, Polisi Sudah Tetapkan Tiga Tersangka

    Must Read

    RBG.ID-KARAWANG, Penanganan kasus penganiayaan terhadap dua wartawan di Karawang, Jawa Barat, terus bergulir. Beberapa orang terduga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

    Termasuk oknum pejabat berinisial A yang diduga sebagai dalang kasus penganiayaan dan penculikan wartawan tersebut. Teranyar, Polres Karawang telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan dua wartawan oleh oknum pejabat Pemkab Karawang.

    Penetapan tiga tersangka itu dibenarkan Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Arief Bastomy. ”Betul, sudah ada penetapan tersangka,” kata kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

    Baca Juga: Ketua PWI Kota Sukabumi Desak Polisi Usut Tuntas Penganiayaan Wartawan di Karawang

    Setelah pemeriksaan secara maraton sejak Senin malam (26/9/2022), polres menetapkan tersangka. Menurut dia, pada awalnya penetapan dua orang tersangka dalam kasus tersebut dengan inisial D dan R.

    Kemudian, ada penambahan satu orang lagi tersangka berinisial L. Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan dua warga yang berstatus wartawan oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkab Karawang terjadi pada Sabtu (17/9) malam hingga Minggu (18/9) dini hari.

    Dua orang yang menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan oknum pejabat Pemkab Karawang yang juga pengurus Askab PSSI Karawang itu adalah Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa.

    Peristiwa itu terjadi akibat postingan di media sosial yang dianggap provokatif dan menyudutkan Persika 1951, salah satu klub sepak bola di Karawang.

    Atas peristiwa yang dialaminya, korban pun melapor ke Polres Karawang pada Senin (19/9) malam dengan laporan Nomor STTLP/1749/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT.

    Atas laporan itu, tim pengacara terlapor, Simon Fernando Tambunan mengatakan, keterangan Gusti adalah kabar atau informasi palsu yang berpotensi memicu terjadi keonaran.

    ”Sebelumnya kami mohon maaf, bukan bermaksud menggurui atau mengarahkan kawan-kawan jurnalis, kami hanya menyampaikan klarifikasi tentang fakta yang sebenarnya,” kata Simon.

    Dia menyampaikan klarifikasi agar penanganan kasus tersebut menjadi terang-benderang duduk persoalannya. Hal itu juga disampaikan agar tidak ada kepentingan pribadi yang dibalut dengan profesi seseorang.

    ”Kami sudah mengambil langkah pro justitia, membuat laporan terkait kabar atau informasi palsu yang mengakibatkan keonaran,” ucap Simon.(jpc)

    Terbaru