More
    Rabu 7 Desember 2022

    Pelaku Penusukan Sopir Bus Transjakarta Hingga Tewas Diringkus

    Must Read

    RBG.ID-JAKARTA, Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku penusukan yang menewaskan seorang sopir bus TransJakarta, Randi Pramono (30).

    Kasus penusukan ini terjadi di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (22/11/2022) malam. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, Satuan Reserse Kriminal Umum (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Timur pun meringkus pelaku penusukan.

    Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, tersangka berinisial AR diringkus di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (23/11/2022). Kasus penusukan ini berawal dari masalah sepele.

    Baca Juga: Sopir Bus Transjakarta Tewas Ditusuk di Jalan Raya Bogor

    “Jadi saat kejadian tersangka (berkendara) di depan, handphone-nya jatuh. Kebetulan korban melintas di belakangnya,” kata Budi Sartono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/11/2022).

    Budi menambahkan, pelaku kesal kepada korban karena telepon selulernya dilindas sehingga melakukan penusukan. Sempat terjadi cekcok karena pelaku meminta ganti rugi atas telepon seluler miliknya yang rusak terlindas.

    Setelah perdebatan di antara keduanya, namun tidak terjadi kesepakatan. Tak lama kemudian, AR menikam Randi pada bagian dada menggunakan badik yang dibawa.

    Usai menusuk korban, pelaku melarikan diri ke arah kawasan Ranco, Jakarta Selatan. “Senjata barang buktinya dibuang di daerah Ranco. Pelaku saat kejadian dalam keadaan mabuk. Jadi bukan geng motor atau apa. Tapi karena kesalahpahaman,” ujar Budi.

    Budi mengatakan, barang bukti yang diamankan penyidik jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur berupa telepon seluler dan sepeda motor milik pelaku serta baju korban.

    Pada saat kejadian, AR bersama seorang rekannya. Namun berdasarkan hasil penyidikan teman pelaku tersebut tidak terlibat melakukan pembunuhan dan hanya berstatus sebagai saksi.

    “Tersangka kita kenakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tutur Budi.(jpc)

    Terbaru