More
    Rabu 7 Desember 2022

    Rumah Yang Didatangi Sudah Ambruk, Tetap Kirim Paket ke Pengungsi

    Must Read

    RBG.ID – Saat warga mengungsi di tenda darurat karena gempa sejak Senin (21/11). Mayoritas rumah kosong.

    Tapi salah seorang pengantar paket, Muhamad Farid (21) masih tetap mengantarkan pesanan sesuai dengan alamat yang tertulis di barang.

    Kendati dalam kondisi darurat, pesanan paket harus sampai di tangan pemesannya.

    Kali ini, Farid berada di Kampung Barukupa, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

    BACA JUGA : Kapolres Sukabumi Kota Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa Bumi

    Farid tampak melirik ke kanan dan kiri, terlihat kebingungannya mencari alamat rumah.

    Masalah Farid bertambah ketika sudah menemukan alamat tujuan, tetapi rumah yang dituju sudah roboh akibat guncangan gempa.

    Kini, tujuan Farid bukan lagi menuju rumah yang tertera dalam paket yang dikirimnya.

    Melainkan dari posko ke posko karena warga Kabupaten Cianjur banyak yang terdampak gempa dan mengalami traumatis tinggal di rumah.

    “Raripuh euy, keadaan nuju kos kieu (ribet, keadaan sedang seperti),” ucap Farid saat turun dari motor matiknya sambil menyiapkan paket untuk diantarkan ke posko 01, RT 04 RW 03, Kampung Barukupa, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (24/11).

    Tak lama, seorang ibu menghampiri Farid. Paketnya, satu buah jas hujan untuk anak.

    Si ibu pun mengeluarkan uang untuk membayar paket Cash On Delivery (COD)-nya kepada Farid.

    Motor Farid terlihat masih penuh dengan paket yang akan dikirim.

    Selain rumah yang kosong karena ditinggal penghuninya, kendala terberat Farid di tengah bencana Cianjur ini adalah paket COD yang memang harus dibayar di tempat.

    “Mau tidak mau orangnya harus ketemu. Kalau memang tidak memungkinkan paketnya saya bawa lagi ke kantor,” kata Farid, yang masih mengenakan helm kuning.

    Farid sebenarnya salah satu korban bencana gempa Cianjur. Walaupun tak separah korban lainnya, tetapi ia harus mengungsi bersama korban lain di sekitar rumahnya.

    Di tengah pengungsiannya kewajiban masuk kerja untuk mengantar paket tak kenal libur.

    “Dari awal gempa masih masuk kerja. Kalau libur, kekurangan personel ga ada yang kirim paket,” pungkasnya. (far)

    Terbaru