More
    Rabu 7 Desember 2022

    Perjuangan Euis Dartika Selamat dari Gempa Cianjur, Lumpuh 4 Tahun Tiba-tiba Bisa Lari

    Must Read

    RBG.ID – Perjuangan seorang ibu yang menderita lumpuh menyelamatkan diri saat gempa terjadi di kampung Haregem, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur.

    Euis Dartika (44) yang sudah 4 tahun terakhir mengidap sakit stroke.

    Senin (21/11) sekitar pukul 13.00 WIB setelah makan siang dan minum obat, Euis Dartika dibantu sang suami Wawan Ismawan (50) ke kamar untuk beristirahat kembali.

    BACA JUGA : Penderitaan Korban Gempa Cianjur di Tenda Darurat

    Saat itu, Euis mulai terlelap. Tapi, sekitar pukul 13.30 WIB Euis dibangunkan oleh guncangan hebat di rumahnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Suami dan kedua anaknya tak ada di rumah.

    “Saya sudah pasrah, dinding tembok mulai berjatuhan ke badan. Dalam hati saya sudah pasrah hari ini pasti mati,” ungkap Euis, Kamis (24/11).

    Ya, kaki Euis tak bisa digerakan karena sakit yang dideritanya.

    Kondisi tangan kiri sama seperti kedua kakinya. Hanya tangan kanan yang masih bisa bergerak.

    Saat semua tubuhnya sudah makin dipenuhi reruntuhan, Euis tak diam. Ketika itu, ia sempat berteriak memanggil suami dan anak-anaknya. Tapi, tak ada yang menjawab.

    Ketika tembok runtuh, tanpa sadar Euis bangun dari tempat tidurnya dan segera berlari keluar untuk menyelamatkan diri.

    “Ini kaki empat tahun semenjak saya jatuh sudah tidak bisa bergerak. Tapi pas kejadian, tidak tahu kenapa saya bisa lari keluar rumah,” kata Euis sambil menangis.

    Euis terheran atas kejadian yang dialami, bahkan kaget dan pasrah atas nyawanya.

    Tetapi, ia masih bisa menyelamatkan diri. “Ini kuasa dari Allah, saya nangis di luar rumah. Setelah kejadian kaki saya langsung lemes lagi. Tidak lama suami saya datang membantu,” ucapnya.

    4 hari sudah berlalu sejak kejadian itu, kini Euis tinggal bersama keluarganya di tenda pengungsian.

    Tim Gerakan Anak Negeri memberikan bantuan medis kepada para korban gempa Cianjur.

    Saat ini, Euis sudah menerima penanganan medis oleh tim relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) yang membuka posko kesehatan di dekat rumahnya.

    Menurut Relawan Dokter GAN, dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor, dr Suparno, fenomena Euis yang lumpuh karena Stroke dikarenakan adanya efek psikis dari otaknya yang mengharuskan dirinya menyelamatkan diri.

    Sehingga, kedua kakinya mendapatkan reflek yang spontan.

    “The power of kepepet aja itu mah, hal seperti itu wajar bagi manusia untuk mempertahankan hidupnya,” kata Suparno.

    Dari hasil pemeriksaan, tensi darah dari Euis memang menunjukan pengidap darah tinggi yang mengakibatkan dirinya mengalami stroke selama 4 tahun.

    “Saya sudah beri obat sesuai dengan sakitnya. Sama arahan untuk menjaga makan, supaya tensi darahnya bisa turun,” pungkas Suparno yang juga pengurus PMI Kabupaten Bogor tersebut. (far)

    Terbaru