More
    Rabu 7 Desember 2022

    Di Bawah Lokasi Longsor Cianjur Masih Berpotensi Ada Korban

    Must Read

    RBG.ID – Tim SAR gabungan masih akan terus berupa melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun longsor di kawasan Jalan Cianjur – Cipanas Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

    Hal tersebut menyusul masih berpotensinya ada korban yang belum ditemukan dari lokasi tersebut.

    Eko Sulistiyo salah satu relawan pencarian dari Sabawana mengungkapkan, berdasar penyisiran yang dilakukan tim SAR gabungan hari ini, dari lokasi tersebut kembali ditemukan satu jenazah berjenis kelamin perempuan.

    Yakni diperkirakan berusia 40 tahun. Jenazah tersebut ditemukan dalam keadaan utuh.

    BACA JUGA : Bantu Korban Gempa Cianjur yang Terisolir, Bima Arya Kirim Bantuan Lewat Udara

    “Selain jenazah, hari ini juga ditemukan beberapa kendaraan di bawah. Yakni ada mobil Avanza, pick up bermuatan buah, dan juga sepeda motor,” katanya di lokasi.

    Namun, karana memang ditemukannya sudah sore, dikatakan Eko, sehingga kendaraan-kendaraan tersebut pun belum diangkat. Evakuasi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada esok hari.

    “Karena memang di bawah sana itu ada yang masih berpotensi ada jenazah. Selain dari dalam kendaraan, juga ada seperti dari bangunan kamar,” jelasnya.

    Untuk memudahkan dalam proses evakuasi yang direncanakan dilakukan esok hari, dikatakan Eko, pihaknya pun juga telah memberikan tanda di titik-titik yang akan dilakukan evakuasi. Menurutnya, setidaknya ada empat titik yang telah ditandai.

    “Di titik-titik itu memang berpotensi ada jenazahnya. Soalnya (maaf) ada tercium bau,” terangnya, Kamis (24/11).

    Disinggung terkait apakah mobil Avanza yang ditemukan merupakan mobil rombongan tujuh orang yang dilaporkan masih hilang, Eko mengatakan, kemungkinan iya.

    Namun, dia tidak dapat memastikannya sebelum dapat terangkat. Sehingga untuk memastikan memang harus menunggu.

    “Tapi, untuk proses evakuasi ini memang ada beberapa hambatannya. Yakni alat berat yang tidak dapat turun, labilnya tanah, dan cuaca yang kadang hujan seperti hari ini dan kemarin. Kemudian, juga masih adanya gempa-gempa susulan juga,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Suharyanto mengungkapkan, di hari keempat penanganan gempa bumi di Kabupaten Cianjur, tercatat sudah ada 272 korban meninggal.

    Yakni 165 di antaranya sudah teridiendifikas, dan sisanya 107 jenazah masih diidentifikasi.

    “Kemudian, untuk korban hilang masih 39 orang. Dari jumlah itu, kami dapat informasi bawah 32 di antaranya adalah warga Cijedil, Cugenang, dan sisanya 7 warga yang tengah melintas saat kejadian,” jelasnya.

    Sementara itu, pemerintah membuka opsi relokasi rumah atau bangunan lain yang rusak akibat gempa Cianjur.

    Rencana tersebut disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat kunjungan kerja di Garut, Jawa Barat kemarin (24/11).

    ’’(Bangunan) yang kemungkinan tidak mungkin bisa dibangun lagi karena situasinya yang membahayakan, mungkin akan direlokasi,’’ kata Ma’ruf.

    Dia menjelaskan saat ini tim di lapangan, selain terus mencari korban, juga melakukan pendataan atau inventarisasi kondisi kerusakan bangunan.

    Termasuk bangunan publik seperti sekolah, madrasah, tempat ibadah, hingga pesantren.

    Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan sudah meminta kepada Kementerian Agama untuk segera mengambil langkah penanganan pesantren dan madrasah yang terdampak gempa.

    Ma’ruf mengatakan hingga saat ini fokus utama tim di lapangan adalah mencari korban yang belum ditemukan.

    Dia menjelaskan sehari setelah terjadi gempa, dia menerima laporan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bahwa jumlah korban meninggal ada 162 orang.

    Kemudian pada Rabu (23/11) BNPB mengumumkan jumlah korban bertambah menjadi 271 orang.

    ’’Dan masih ada yang belum ditemukan. Masih ada yang tertimbun,’’ katanya.

    Kementerian Agama sendiri menerjukan 31 orang penghulu dan penyuluh agama Islam di Kabupaten Cianjur untuk mendampingi korban gempa.

    Informasi tersebut disampaikan Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Agus Suryo Suripto.

    Dia mengatakan tim yang diterjunkan tersebut di bawah koordinasi Kantor Kemenag Kabupaten Cianjur.

    Sebelum turun ke lapangan mereka mendapatkan pelatihan terlebih dahulu dari tim ahli trauma healing.

    Rencananya tim trauma healing tersebut diterjunkan mulai pekan depan.

    ’’Tim Bimas Islam Kemenag masih fokus melaksanakan mapping dan membantu distribusi bantuan darurat bersama Baznas,’’ jelasnya.

    Dia berharap layanan trauma healing oleh tim penyuluh agama dan penghulu itu bisa membantu korban. Apalagi mereka sudah mendapatkan pembekalan dari para ahli atau psikolog.

    Kemarin, Presiden Joko Widodo kemabali ke Kabupaten Cianjur. Dia mengunjungi pusat pengungsian hingga rumah sakit tempat korban gempa bumi. Jokowi juga mengunjungi Kecamatan Cugenang yang merupakan pusat gempa.

    “Ini adalah episentrumnya dan yang paling parah,” kata Jokowi saat kunjungan.

    Menurut data yang didapatnya, di Kecamatan Cugenang banyak rumah roboh. Begitu juga korban meninggal juga banyak dari kecamatan tersebut.

    Kepala Negara menegaskan bahwa rehabilitasi bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan akan segera. Namun harus menunggu proses evakuasi dan distribusi bantuan selesai.

    ”Babak berikutnya adalah rehabilitasi untuk rumah-rumah yang roboh berat, sedang, maupun yang ringan,” tuturnya.

    Untuk pemberian bantuan, pemerintah tidak terpaku pada satu skema. Pemerintah akan menyerahkan langsung kepada masyarakat untuk memilih skema mana yang dinilai dapat mempercepat proses rehabilitasi.

    ”Ada yang nanti dibangun oleh Kementerian PU, ada yang juga dibangun dibantu oleh TNI,” ucapnya.

    Dalam perjalanan kembali ke Istana Kepresidenan Bogor, rombongan berhenti di SDN Cugenang yang merupakan lokasi terdampak gempa terparah.

    Jokowi ingin memastikan mobilisasi alat berat untuk melakukan evakuasi korban bencana.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang berada satu mobil dengan Presiden menyampaikan bahwa semula dirinya hanya melaporkan bahwa alat berat telah siap dimobilisasi.

    “Beliau ingin melihat langsung dan memastikan bahwa alat gerak mulai dimobilisasi,” kata Basuki.

    Pergerakan alat berat tersebut, ucap Basuki, tidak dapat bergerak lurus menuju lokasi longsoran. Sebab akses rusak.

    Sehingga harus berputar untuk menghidari kondisi tanah yang tidak stabil. Dia memperkirakan kemarin sore, alat berat sudah sampai Kecamatan Cugenang.

    Basuki menyampaikan bahwa korban yang diperkirakan tertimbun menjadi perhatian RI 1.

    “Sejak diinformasikan ada korban yang tertimbun longsor, Bapak Presiden memerintahkan kami agar evakuasi korban di Cugenang ini menjadi prioritas utama,” kata Basuki. (gih/wan/lyn)

    Terbaru