More
    Rabu 7 Desember 2022

    Pesimis Hotel Sayaga Dapat Beroperasi, Plt Bupati: Kami akan Lelang Kembali

    Must Read

    RBG.ID-CIBINONG, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan pesimis Hotel Sayaga dapat segera beroperasi dalam waktu dekat.

    Pasalnya, hotel yang direncanakan beroperasi sejak Mei 2022 lalu itu, pembangunannya belum juga rampung. Terakhir, pihak ketiga pelaksana pembangunan Hotel Sayaga tidak mampu menyelesaikan sesuai target.

    “Tidak mungkin, karena ada wanprestasi, distop, karena waktu yang diberikan lewat,” kata Iwan kepada wartawan, kemarin.

    Baca Juga: Hotel Sayaga Belum Beroperasi, Dewan Bakal Panggil Direksi PT Sayaga Wisata

    Untuk itu, meski telah menghabiskan anggaran besar, Iwan mengaku akan melelangkan kembali kelanjutan pembangunan Hotel Sayaga.

    Menurutnya, masih ada sisa anggaran untuk setidaknya merampungkan pembangunan hotel milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sayaga Wisata.

    “Kami akan lelang kembali, karena masih ada uangnya, kami juga tidak mau berlarut-larut, kami sudah punya skenario, nanti distop lalu dilelangkan kembali sisanya,” jelas Iwan.

    Baca Juga: Target Beroperasi Meleset, Hotel Sayaga Malah Kebanjiran

    Meski demikian, dari belasan miliar sisa anggaran untuk membangun hotel tersebut dinilai belum cukup hingga dapar beroperasi. Iwan mengaku akan menggandeng investor yang dikerjasamakan untuk mengelola Hotel Sayaga.

    “Sisa anggaran dilelangkan, kedua kami ingin kerja sama kan, kontrak, MoU dengan investor, ke depan tinggal hitung-hitungan masalah deviden,” tukasnya.

    Sebelumnya, Komisi II DPRD Kabupaten Bogor melayangkan surat pemanggilan ke direksi PT Sayaga Wisata mengenai pembangunan Hotel Sayaga.

    “Kita akan panggil direksinya dalam waktu dekat, kita ingin Hotel Sayaga dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar-Rasyid.

    Pihaknya ingin Direksi PT Sayaga Wisata dapat mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan proyek hotel yang berada di Jalan Tegar Beriman, Cibinong itu.

    Beberapa persoalan dalam proses pembangunannya, lanjut Lukmanudin, harus dapat diselesaikan PT Sayaga Wisata dengan pihak ketiga yang dipercaya membangun hotel tersebut.

    “Dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), adanya denda keterlambatan pekerjaan yang nilainya cukup besar. Namun pihak sayaga harus dapat menyelesaikan, baik pemutusan kontrak atau seperti apa,” tandasnya.(cok)

    Terbaru