More
    Selasa 6 Desember 2022

    Duta Besar Ukraina Bawa Pesan Perdamaian

    Must Read

    RBG.ID-BOGOR, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, He Vasyl Hamianin mengunjungi Ponpes Hamalatul Quran (PPHQ) Al Falakiyah Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

    Kunjungan Duta Besar Ukraina yang langsung diterima Pimpinan Umum Ponpes Al Falakiyah Pagentongan, KH Tubagus Asep Zulfiqar, berlangsung pada Kamis (24/11/2022).

    “Alhamdulillah pada hari ini kita kedatangan tamu jauh, tentunya suatu kehormatan bagi kita kedatangan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia ke Alfalakiyah Pagentongan,” kata KH Tubagus Asep Zulfiqar.

    Baca Juga: Zelensky Keukeuh Sebut Rudal yang Jatuh di Polandia adalah Milik Rusia

    Dalam sambutanya, KH Asep Zulfiqar menyinggung konflik dua negara antara Ukraina dan Rusia yang saat ini tengah berperang. Sebagaimana amanat yang disampaikan Presiden Joko Widodo menghimbau kedua belah pihak agar menghentikan perang.

    “Semoga kita diberikan petunjuk Allah SWT, memberikan jalan keluar sebagaimana imbauan pak Jokowi untuk memberhentikan perang ini segera diwujudkan oleh Allah SWT,” ucapnya.  

    “Karena ada istilah kalau berantem, atau perang yang menang jadi arang dan yang kalah jadi abu. Artinya perang tidak akan menyelesaikan persoalan, perang hanya akan menghasilkan penderitaan,” sambungnya. 

    Bagaimana caranya kedua negara yang berkonflik segera berdamai karena dampak yang dirasakan sudah sangat luar biasa.

    Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia He Vasyl Hamianin mengaku terenyuh saat melihat para santri/santriwati di Ponpes Alfalakiyah Pagentongan dengan keceriaanya, hal itu tentunya menandakan Indonesia dalam kondosi yang baik.

    Ada tiga hal yang menjadi catatanya saat mengunjungi Ponpes Alfalakiyah Pagentongan, pertama senyuman, kedua kekompakan dan ketiga adalah tatapan mata yang ditunjukan santri/santriwati. 

    “Kalian menunjukan anak-anak yang selalu ingin belajar, dan ingin selalu maju. Dan saya yakin kalian begitu karena kalian didukung dan diajari oleh pembimbing dan guru-guru yang hebat di pesantren ini,” ucapnya. 

    Dalam kesempatan itu, He Vasyl Hamianin juga menceritakan pertemuanya dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar yang dilakukannya baru-baru ini.

    Menurutnya, ada banyak isu yang dibahas bukan hanya sekedar Islam Nusantara tetapi juga Islam di belahan dunia lainnya bagaimana membangun jembatan antara komunitas tersebut.

    “Saya pahami di dalam Islam, nyawa setiap manusia sangat berharga, jadi tidak penting ada beberapa jumlah orang, setiap manusia berharga dan kita semua bersaudara. Apapun itu kita harus saling menghormati dan menyayangi,” terang He Vasyl Hamianin yang membuat suasana menjadi riuh tepuk tangan para santri dan santriwati.  

    Salah satu hal penting lainnya yang dibahas, menurutnya adalah berdiskusi tentang kemanusiaan. Bagaimana setiap manusia dapat saling menghargai dan bersyukur sekaligus memahami perdamaian yang sesungguhnya.

    “Orang-orang di Indonesia sangat beruntung karena hidup dalam situasi yang relatif damai, saya lahir 25 tahun setelah selesainya perang dunia ke dua, kakek saya, ayah saya dan juga banyak dari keluarga saya pernah mengalami perang dunia ke dua dan semuanya mengajarkan satu hal, tidak ada yang lebih buruk di dunia ini dari pada perang,” terangnya. 

    He Vasyl Hamianin menegaskan, peperangan tidak pernah membawa apapun yang baik, tetapi masyarakat hanya mengalami penderitaan, kesedihan dan juga kehilangan.

    “Perang itu tidak kenal usia, tidak kenal agama, ras, suku siapapun yang ada dalam perang itu akan menderita. Dan kakek saya, nenek saya mengajarkan dalam hidup saya untuk melakukan apapun sebisa kamu untuk mencegah perang, jangan sampai perang,” tukasnya.(ded)

    Terbaru