More
    Rabu 7 Desember 2022

    Bangunan SDN Bantarjati 9 Kota Bogor Kembali Ambruk

    Must Read

    RBG.ID-BOGOR, Bangunan salah satu ruang kelas di SDN Bantarjati 9 Kota Bogor, kembali ambruk, Jumat (25/11/2022).

    Kerusakan yang terjadi pada bagian atap ruang kelas SDN Bantarjati 9 ini benar-benar ambruk akibat lapuknya material bangunan serta curah hujan tinggi akhir-akhir ini.

    Kondisi ruang kelas yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa Kelas 1 C dan 2 C itu kondisinya kian memprihatinkan.

    Baca Juga: Bangunan SDN Bantarjati 9 yang Ambruk Belum Bisa Diperbaiki

    Di mana, kerusakan yang tadinya hanya sebatas ambruk pada bagian plafon, kini bagian genteng ikut ambruk hingga kondisinya melompong.

    “Sabtu itu ambruknya hanya plafonya saja dan genteng masih berdiri. Nah, hari ini pukul 12:09 WIB, gentengnya ambruk,” kata Plt Kepala SDN Bantarjati 9, Suci Iriyani kepada Radar Bogor, Jumat (25/11/2022) sore.

    Meski kerusakan ruang kelas ini semakin parah, menurut Suci, kerusakan tidak merembet kedua kelas yang ada di sebelahnya.

    Namun, mengantisipasi hal tidak diinginkan, kedua kelas di sebelah bangunan ambruk dikosongkan sampai adanya perbaikan.

    “Dua bangunan disebelah masih terap berdiri, hanya kelas itu saja yang semakin ambruk. Meski terlihat utuh, dua kelas itu tetap dikosongkan dan tidak digunakan KBM,” ucap Suci.

    “Alhamdulillah banyak sekali yang memperhatikan (terkait bangunan ambruk ini), mudah-mudahan segera mendapatkan bantuan untuk segera diperbaiki,” tandasnya.

    Diketahui, SDN Bantarjati 9 Kota Bogor memutuskan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin (21/11/2022).

    Hal itu dilakukan imbas salah satu bangunan ruang kelas yang ada di SDN Bantarjati 9 ambruk pada Sabtu (19/11) lalu.

    “Hari ini kita tidak liat anak-anak ya, karena hari ini PJJ. Kita sudah dapat izin, kelas 1 sampai 6, hari ini saja,” kata Suci Iriyani saat ditemui di lokasi.

    Kebijakan pembelajaran secara offline sendiri akan kembali dilakukan mulai Selasa (22/11). Di mana, rencananya waktu jam belajar akan diubah menyesuaikan dengan ruangan belajar yang tersedia.

    “Tadi kami rapat dengan guru-guru mengkondisikan bagaimana pengaturan waktu untuk anak-anak kami kedepannya. Setelah ini kita atur waktunya,” ucapnya.

    Menurutnya, pasca kejadian atap roboh, SDN 9 Bantarjati hanya memiliki 10 ruangan dari total keseluruhan seharusnya 13 ruangan.

    “(satu kelas rusak dan dua kelas tidak digunakan khawatir ambruk akan terbawa), jadi diatur strateginya ada yang masuk pagi dan siang,” ungkapnya.

    “Saya akan buat surat edaran, nanti di sampaikan ke orangtua,” sambung Suci.

    Disinggung apakah kerusakan bangunan ini sudah diajukan untuk diperbaiki Pemkot Bogor, Suci mengaku bahwa kepala sekolah sebelumnya sudah mengajukan ke Disdik Kota Bogor untuk diperbaiki.

    Namun, pihaknya belum mengetahui apakah perbaikan bangunan ini sudah ditindaklanjuti atau bagaimana.

    “Ketika ini udah agak rubuh, (kepala sekolah terdahulu) itu sudah membuat ajuan. Iya tahun ini, karena sebelumnya kelihatannya baik-baik saja, tapi kan di dalam ya kita tidak tahu,” tukasnya.(ded)

    Terbaru